Kepada Yth Presiden RI Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono

Daejeon, 09 Juli 2010
Kepada Yth
Presiden RI
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
PO BOX 9949 Jakarta 10000
Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2
Desa Nagrag Kec. Gunung Putri
Bogor – 16967

Dengan Hormat,

Perkenalkan, nama saya Ai Melani saya adalah mahasiswa pasca sarjana Korea Advanced Institute of Science and Technology jurusan Teknik Nuklir.

Adapun maksud saya menulis surat ini adalah Saya ingin mempertanyakan kebijakan energi yang bapak gulirkan dan saya baca di detikfinance.com tertanggal 18 Juni 2010, bahwa RI belum berniat membangun PLTN.
Saya menyayangkan pernyataan Bapak tersebut, mengingat beberapa pemerintah daerah telah menyatakan kesediaan wilayahnya untuk dibagun PLTN di wilayahnya sebutlah Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Kalimantan timur, gubernur gorontalo. Hal ini menunjukkan bahwa PLTN bukanlah hal yang ditolak di bumi Indonesia, seperti yang bapak sampaikan.

PLTN menjadi sebuah keniscayaan bagi Indonesia, jika Negara kita ingin maju baik secara ekonomi, infrastruktrur dan teknologi, karena untuk maju kita memerlukan energy yang tersedia 24jam sehari dan 365 hari, dan ini hanya bisa dipenuhi oleh energy yang berbasis dasar seperti energi nuklir.

Persiapan pembangunan nuklir untuk tujuan damai pun yang telah dipersiapkan oleh Presiden Soekarno sampai Presiden Megawati baik SDM, perangkat hukum, kelembagaan dan berbagai fasilitas Iptek nuklir lainnya, kemudian telah Bapak tindaklanjuti dengan beberapa perangkat hukum antara lain Peraturan Presiden No 5 tahun 2006, dan Undang No 17 tahun 2007 serta dukungan politik DPR dan dukungan teknis IAEA, maka tidak ada lagi alasan apapun untuk menunda pembangunan PLTN.

Indonesia dari sisi persiapan sudahlah siap jika dibanding Negara seperti Uni Emirat Arab yang tahun 2009 menandatangani kontrak pembangunan PLTNnya dengan korea selatan. Indonesia dari sisi persiapan sudahlah siap jika kita bandingkan dengan Vietnam yang tahun 2010 ini menandatangani kontrak pembangunan PLTNnya dengan rusia.

Indonesia bisa dinyatakan siap juga, mengingat kita telah mengoperasikan reaktor riset lebih dari 48 tahun. Dan seluruhnya dinyatakan aman dan selamat beroperasi.
Oleh karena itu menimbang:
1.Telah tersedianya wilayah untuk pembangunan PLTN
2.Telah terbukti bahwa pengoperasian reactor riset terbilang aman dan selamat
3.Telah tersedianya SDM yang mencukupi secara kapabilitas dan kapasitas secara intelektual
4.Telah tersedianya badan pengawas dan pelaksana teknis dengan perangkat peraturan dan petunjuk teknisnya

Saya meminta Bapak untuk mengeluarkan instruksi presiden yang menyatakan bahwa Indonesia GO NUKLIR mulai tahun 2010 dan mulai melaksanakan pembangunan PLTN untuk siap beroperasi mulai tahun 2017 sebagaimana direncanakan. Serta menganulir pernyataan Bapak di Detik finance tersebut diatas.

Demikian, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih,
Hormat Saya,

Ai Melani

Advertisements

Leave a comment

Filed under Its Just Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s